top of page

Sambut kemarau Eka Latih Masyarakat Pantau Hotspot Menggunakan Drone

"Welcoming the dry season, EKA trains community members to monitor fire hotspots using drones."



MERANTI – Sejak February 2024 berapa kawasan di Indonesia mulai terdapat titik panas diantaranya di Riau, Kalimantan, dan beberapa daerah lainnya. Bahkan pada bulan ramadhan lalu terdapat kasus karhutla misalnya saja di pulau rangsang Kabupaten Kepulauan Meranti yang terjadi hingga beberapa hari.


Menyambut musim kering tahun ini Lembaga Ekonomi Kreatif Andalan menggandeng mitra kerja mereka PM HAZE untuk melatih masyarakat di Kecamatan Tebingtinggi Timur. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan dari Masyarakat Peduli Api (MPA) dari beberapa desa diantaranya MPA Desa Sungaitohor, MPA, MPA Desa Sungaitohor Barat, Desa Nipah Sendanu, Perwakilan pemerintahan desa sungaitohor, Perwakilan kecamatan Tebingtinggi timur dan beberapa anggota Lembaga EKA yang ingin ikut belajar dalam “Pelatihan Dasar Penggunaan Drone Dalam Pemantauan Hotspot”. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari yaitu pada tanggal 20-21 April 2024 bertempat di sanggar seni linau kuning desa Sungaitohor.


Albanik sebagai Ketua Lembaga EKA dalam sambutannya di acara tersebut mengatakan “musim kemarau kita patut waspada, karena pulau-pulau kita disini umumnya adalah pulau gambut yang sangat mudah terbakar, sedikit saja ada api bisa menjalar kemana-mana apinya dan itu tentu akan jadi masalah buat masyarakat kita disini. Setiap hari kita pantau melalui aplikasi sipongi sehingga kita dapat mengetahui dimana saja sebaran hotspot khususnya di pulau kita ini ” Paparnya.

Terkadang kita dapat informasi dari aplikasi tersebut lokasinya sangat jauh dari lokasi pemukiman, bahkan terkadang tidak ada jalan menuju ke lokasi tersebut, maka drone adalah salahsatu cara kita dapat memverifikasi data dan informasi tersebut. Dengan drone kita dapat terbantu untuk memastikan apakah itu titik panas biasa atau memang benar-benar kebakaran. Atas dasar hal tersebutlah kami memandang masyarakat peduli di desa haru bisa menggunakan drone untuk pemantauan titik panas di tempat kita ini” Tutur Albanik.


“Saat ini Lembaga EKA telah memiliki dua unit drone untuk keperluan pemantauan hotspot. Kedua Drone ini didonasikan oleh mitra kerja kita PM Haze dan Rotary Club Singapura. Drone akan sangat berguna membantu untuk memastikan titik kebakaran ataupun monitoring kawasan yang rentan terbakar saat kemarau, untuk itu pelatihan ini bertujuan agar anggota Masyarakat Peduli Api memiliki kecakapan dalam penggunaan perlengkapan tersebut”. Tutupnya.


Kegiatan pelatihan ini dibuat dalam dua sesi, pada hari pertema peserta berfokus pada teori pengenalan alat dan berbagai teori dasar penerbangan drone. Pada hari kedua pelatihan memfokuskan pada praktik menerbangkan, mendokumentasikan, dan menginput data ke dalam drone. Pelatihan ini diisi oleh 2 narasumber yaitu Bapak Rio dan Bapak Eko yang merupakan praktisi di bidang lingkungan dan pemetaan dengan menggunakan drone.

Kegiatan ditutup dengan latihan penerbangan di lokasi kawasan yang pernah terbakar di tahun 2014 dan melakukan refleksi kegiatan untuk seluruh peserta.


Rizwan salah seorang peserta yang merupakan anggota MPA desa Nipah Sendanu mengatakan ” Pelatihan ini cukup menarik saya untuk belajar, sebab terkadang kita mendapatkan informasi titik lokasi kebakaran berada di tengah hutan yang tidak memiliki akses jalan menuju lokasi, jadi jika kita memiliki drone dan mampu mengoperasikannya akan sangat membantu dalam memverifikasi informasi data yang kita dapat di desa. Saya berharap kegiatan pelatihan ini dapat dilakukan beberapa kali hingga kami bisa mengoperasikannya untuk keperluan monitoring titik panas ataupun memastikan lokasi kebakaran hutan dan lahan”. Terangnya.


Pada hari pertama pelatihan tim PM Haze dan Rotary ikut hadir dalam pelatihan tersebut. Mereka juga menyerahkan bantuan dua unit drone tersebut secara simbolis kepada lembaga EKA sebagai dukungan untuk masyarakat dalam membantu kegiatan monitoring hotspot sehingga kebakaran hutan dan lahan dapat di cegah sedini mungkin.


Dalam kegiatan diskusi bersama para peserta pelatihan, Bapak Suresh selalu perwakilan dari Rotary Club Singapura mengatakan “Kita semua berharap tidak ada kebakaran hutan dan lahan lagi yang terjadi disini, dengan adanya dukungan ini kami harapkan bisa membantu pencegahan kebakaran lahan dengan menditeksi secara dini titik-titik panas yang terpantau. Kami ucapkan terimaksih atas antusiasme semua peserta yang hadir. dan terimaksih telah menyambut kami dengan baik disini,” tutup beliau. (Syahrul)




0 views0 comments

Comments


bottom of page